Sabar Simanjuntak, Ketua JOS Bersinar Tapteng : MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

Sabar Simanjuntak, Ketua DJOSS Bersinar Tapteng :

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

 

Sibolga-Tapteng SP. “ Maju terus pantang mundur”, Ujar Sabar Simanjuntak, Ketua DJOSS Bersinar Calon Gubernur Sumatera Utara Periode 2018-2023 NomorUrut 2 Rabu, (27/2) di Taman Bunga Sibolga.

Kedatangan Tim SibolgaPos bertemu Sabar Simanjuntak, Ketua DJOSS Bersinar Kabupaten Tapanuli Tengah disambut dengan semangat di Taman Bunga Sibolga.Kita tergabung di DJOSS Bersinar dibawah koordinasi dengan Bapak Jonggar Simanjuntak. Untuk di Kota Sibolga Diketuai Bahktiar Sinaga dan Koordinator Kota Sibolga dan KabupatenTapanuli Tengah Saudara Gordon.”Ucap Sabar.

Secara umum, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus resmi bertarung pada Pilgub Sumatera Utara. Sebagai pemimpin yang mempunyai segudang pengalaman serta prestasi, Djarot menjadi harapan besar bagi kami untuk melihat Sumatera Utara yang lebih baik lagi.

Mereka juga mempunyai visi dan misi yang tentu akan mereka wujudkan apabila mereka terpilih nanti. Dan ini yang suka, bertarung menggunakan visi dan misi lebih baik dari pada membawa isu SARA dalam kampanye. Sadarlah teman-teman, isu SARA digunakan oleh kandidat yang tidak mempunyai pengalaman dan rekam jejak dalam memimpin sehingga untuk memenang kan pertarungan isu SARA pun mereka gunakan. Bukankah Jakarta sudah cukup menjadi korban?

Djarot-Sihar memiliki Visi

Mewujudkan Sumatera Utara sebagai provinsi memiliki tata kelola Pemerintahan yang bersih dan transparan serta mewujudkan Sumatera Utara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Visi yang diusung oleh Djarot dan Sihar membawa perubahan bagi Sumatera Utara. Apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023 Djarot akan mewujudkan SUMUT (Semua Urusan Mudah dan Transparan). Dengan kata lain, reformasi birokrasi menjadi agenda utama bagi Djarot dan Sihar apabila mereka terpilih. Dengan pengalaman Djarot membawa reformasi birokrasi di Blitar, hal ini tentu akan sangat berguna apabila Djarot terpilih sebagai Gubsu.

Demikian halnya MISI, Mewujudkan Pemerintahan Yang Bersih, Bebas Korupsi, Transparan, Efektif, Demokratis, dan Terpercaya Serta Melayani Masyarakat. Sesuai dengan visi Djarot yang mengingin kan semua urusan di Sumatera Utara mudah dan transparan, maka dari itu Djarot akan berusaha untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, efektif, terpercaya, melayani masyarakat, dan terutama bebas korupsi. Julukan provinsi terkorup yang disematkan kepada Sumatera Utara adalah hal yang memalukan bagi kita. Oleh karena itu, saya yakin dengan rekam jejaknya yang bersih, Djarot akan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan professional serta bebas korupsi dan melayani masyarakat persis seperti yang ia ciptakan selama tiga tahun bersama dengan Ahok di DKI Jakarta.

Mewujudkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Utara yang tinggi, maju dan sejahtera melalui jaminan kesehatan, jaminan pendidikan serta memperoleh kehidupan yang layak.

Selama ini, masih banyak masyarakat miskin di Sumut.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara pada September 2017, jumlah penduduk miskin Sumatera Utara 1.326,57 ribu atau 9,28 persen dari total penduduk Sumatera Utara. Hal ini tentu menjadi persoalan bagi Sumatera Utara.Apalagi daerah kita terkenal dengan berbagai potensinya seperti perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, bahkan sampai pariwisata.

Dengan pengalaman Djarot di Blitar dan DKI Jakarta, dan keberhasilannya menjalankan sistem KJP dan KJS, tentu hal itu bisa diterapkan di Sumatera Utara.Sehingga dengan bantuan pendidikan dan kesehatan, kualitas hidup masyarakat Sumut bisa jadi lebih baik lagi sehingga pada akhirnya menurunkan angka kemiskinan bisa turun setiap tahunnya.

Mewujudkan serta percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan antar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka mewujud kan pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investor melalui sinergitas antar wilayah.

Ketimpangan pembangunan di Sumut harus saya akui memang nyata. Coba banding kan kabupaten di Pulau Nias dengan kabupaten yang ada di daratan Sumatera. Ketimpangan itu sangat terlihat jelas. Hal ini menyebabkan empat dari lima kota/kabupaten yang ada di Pulau Nias termasuk kedalam daerah tertinggal pada tahun 2015. Infrastruktur juga masih banyak yang belum memadai. Lihat saja jalan raya yang masih berlubang, entah itu di Medan, Simalungun, atau pun daerah-daerah lain, hal ini tentu menghambat pertumbuhan ekonomi.

Contohnya seperti distribusi hasil alam yang terhambat karena rusaknya jalan, bukan kah hal itu berpengaruh kepada harga jual produk tersebut di tingkat pedagang? Oleh karena itu Djarot berupaya mewujudkan percepatan serta pemerataan pembangunan antar wilayah di Sumatera Utara sehingga pertumbuhan ekonomi bisa terwujud.

Mewujudkan pengembangan pariwisata di Sumatera Utara khususnya kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional yang merupakan salah satu kawasan strategis.

Tak bisa dipungkiri bahwaDanau Toba adalah kebanggaan masyarakat Sumut. Jika menghadapi libur panjang, masyarakat akan sangat senang menghabiskan liburan di Danau Toba. Oleh karena itu percepatan pembangunan kawasan Danau Toba akan menjadi poin kunci. Djarot sudah pasti akan bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan Danau Toba. Oh yah, selain Danau Toba, masih ada juga Nias yang potensi wisata alam dan budaya nya tak kalah menarik dengan Danau Toba.

Peningkatan daya saing produk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan melalui industry hilirisasi yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pernah membaca kisah Djarot yang dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh kepala daerah terbaik di Indonesia versi majalah Tempo pada tahun 2008? Dalam kisah tersebut, Djarot dinilai berhasil memaksimalkan potensi perkebunan di Blitar. Belimbing dari Blitar berhasil memberdayakan petani di sana dan membawa mereka menuju kehidupan kearah yang lebih baik lagi. Tentu dengan Sumatera Utara yang punya potensi besar dalam pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, pengalaman Djarot akan mampu menaikkan nilai-nilai produk Sumatera Utara di tingkat nasional bahkan internasional. Sehingga nantinya akan memberikan nilai tambah bagi produk-produk mereka.

Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang berketuhanan, berbudaya, toleransi dan saling menghargai kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Keberagaman Sumut sudah menjadi contoh bagi penerapan toleransi di daerah lain. Oleh karena itu, Djarot dan Sihar ingin mempererat nilai-nilai ketuhanan, kebudayaan, dan toleransi di Sumatera Utara. Sumut yang beragam ini tetap bersatu dalam ke bhinekaan dan NKRI.

Menjadikan Sumatera Utara sebagai provinsi terdepan dan siap menghadapi era MEA dan AFTA melalui optimalisasi sector pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan serta pengembangan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara untuk memperlancar arus barang dan jasa.

Diakhir wawancara dengan SibolgaPos Sabar menyampaikan, dengan terpilihnya Djarot dengan segudang pengalaman yang iapunya, saya yakin ia akan mampu membawa Sumut menjadi provinsi terdepan yang akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan ASEAN Free Trade Area(AFTA). Kemampuannya dalam memaksimalkan potensi serta mempercepat pembangunan membuat saya yakin bahwa SUMUT akan menjadi provinsi terdepan apabila beliau terpilih.“ Maju terus Pantang Mundur.” (PH/JS)

 

 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *