Baktiar Sinaga, Ketua DJOSS Bersinar Sibolga : BERTEKAD MENANGKAN DJAROT-SIHAR

Baktiar Sinaga, Ketua DJOSS Bersinar Sibolga :

BERTEKAD MENANGKAN DJAROT-SIHAR

 

 

Sibolga-SP.

“ Dengan segala potensi yang kami miliki, kami bertekad memenangkan Pasangan Djarot-Sihar karena masyarakat Kota Sibolga mengingin kan perubahan Pemimpin yang Bersih, Jujur, Pengayom dan Berjiwa Nasionalis serta Komit terhadap Bhinneka Tunggal Ika sebagai perwujudan Negara Kesatuan Republik Indonesia ”, Ujar Baktiar Sinaga, Ketua DJOSS Bersinar Kota Sibolga Calon Gubernur Sumatera Utara Periode 2018-2023 NomorUrut 2 Jumat, (2/3) di Kedai Kopi Bali Sibolga.

Disampaikan Baktiar, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus resmi bertarung pada Pilgub Sumatera Utara. Sebagai pemimpin yang mempunyai segudang pengalaman serta prestasi, Djarot menjadi harapan besar bagi kami untuk melihat Sumatera Utara yang lebih baik lagi.

Lebih lanjut disampaikan, mereka juga mempunyai visi dan misi yang tentu akan mereka wujudkan apabila mereka terpilih nanti. Dan ini yang suka, bertarung menggunakan visi dan misi lebih baik dari pada membawa isu SARA dalam kampanye.Sadarlah teman-teman, isu SARA digunakan oleh kandidat yang tidak mempunyai pengalaman dan rekam jejak dalam memimpin sehingga untuk memenangkan pertarungan isu SARA pun merekaguna kan. Bukankah Jakarta sudah cukup menjadi korban?

Apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023 Djarot akan mewujudkan SUMUT (Semua Urusan Mudah dan Transparan). Dengan kata lain, reformasi birokrasi menjadi agenda utama bagi Djarot dan Sihar apabila mereka terpilih. Dengan pengalaman Djarot membawa reformasi birokrasi di Blitar, hal ini tentu akan sangat berguna apabila Djarot terpilih sebagai Gubsu.

Sesuai dengan visi Djarot yang menginginkan semua urusan di Sumatera Utara mudah dan transparan, maka dari itu Djarot akan berusaha untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, efektif, terpercaya, melayani masyarakat, dan terutama bebas korupsi. Julukan provinsi terkorup yang disematkan kepada Sumatera Utara adalah hal yang memalukan bagi kita. Oleh karena itu, saya yakin dengan rekam jejaknya yang bersih, Djarot akan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan professional serta bebas korupsi dan melayani masyarakat persis seperti yang ia ciptakan selama tiga tahun bersama dengan Ahok di DKI Jakarta.

Selama ini, masih banyak masyarakat miskin di Sumut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara pada September 2017, jumlah penduduk miskin Sumatera Utara 1.326,57 ribu atau 9,28 persen dari total penduduk Sumatera Utara. Hal ini tentu menjadi persoalan bagi Sumatera Utara. Apalagi daerah kita terkenal dengan berbagai potensinya seperti perikanan, peternakan, bahkan sampai pariwisata.

Dengan pengalaman Djarot di Blitar dan DKI Jakarta, dan keberhasilan nya menjalankan sistem KJP dan KJS, tentu hal itu bisa diterapkan di Sumatera Utara. Sehingga dengan bantuan pendidikan dan kesehatan, kualitas hidup masyarakat Sumut bisajadi lebih baik lagi sehingga pada akhirnya menurunkan angka kemiskinan bisa turun setiap tahunnya.

Ketimpangan pembangunan di Sumut harus saya akui memang nyata. Coba bandingkan kabupaten di Pulau Nias dengan kabupaten yang ada di daratan Sumatera. Ketimpangan itu sangat terlihat jelas. Hal ini menyebabkan empat dari lima kota/kabupaten yang ada di Pulau Nias termasuk kedalam daerah tertinggal pada tahun 2015. Infrastruktur juga masih banyak yang belum memadai. Lihat saja jalan raya yang masih berlubang, entah itu di Medan, Simalungun, ataupun daerah-daerah lain, hal ini tentu menghambat pertumbuhan ekonomi.

Tak bisa dipungkiri bahwaDanau Toba adalah kebanggaan masyarakat Sumut. Jika menghadapi libur panjang, masyarakat akan sangat senang menghabiskan liburan di Danau Toba. Oleh karena itu percepatan pembangunan kawasan Danau Toba akan menjadi poin kunci. Djarot sudah pasti akan bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan Danau Toba. Oh yah, selain Danau Toba, masih ada juga Nias yang potensi wisata alam dan budaya nyata kalah menarik dengan Danau Toba.

Pernah membaca kisah Djarot yang dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh kepalada erah terbaik di Indonesia versi majalah Tempo pada tahun 2008? Dalam kisah tersebut, Djarot dinilai berhasil memaksimalkan potensi perkebunan di Blitar. Belimbing dari Blitar berhasil memberdayakan petani di sana dan membawa mereka menuju kehidupan kearah yang lebih baik lagi. Tentu dengan Sumatera Utara yang punya potensi besar dalam pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, pengalaman Djarot akan mampu menaikkan nilai-nilai produk Sumatera Utara di tingkat nasional bahkan internasional. Sehingga nantinya akan memberikan nilai tambah bagi produk-produk mereka.

Keberagaman Sumut sudah menjadi contoh bagi penerapan toleransi di daerah lain. Oleh karenaitu, Djarot dan Sihar ingin mempererat nilai-nilai ketuhanan, kebudayaan, dan toleransi di Sumatera Utara. Sumut yang beragam ini tetap bersatu dalam kebhinekaan dan NKRI.

Baktiar menyampaikan, dengan terpilihnya Djarot dengan segudang pengalaman yang ia punya, saya yakin ia akan mampu membawa Sumut menjadi provinsi terdepan yang akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Kemampuannya dalam memaksimalkan potensi serta mempercepat pembangunan membuat saya yakin bahwa Sumut akan menjadi provinsi terdepan apabila beliau terpilih “.

Untuk itu, kami sudah membentuk Relawan di 4 (empat) Kecamatan dan 17 (tujuhbelas) Kelurahan se-Kota Sibolga. Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh/Pemuka Agama, AlimUlama, TokohAdat, Cerdik Pandai, Tokoh Pemuda dan Mahasiswa kita jalin komunikasi rutin untuk bersama-sama memenangkan DJOSS’. Ujar Baktiar mengakhiri wawancara khususnya dengan Sibolga Pos. (PH/JS)

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *