DLHSU KOMIT TERHADAP PERSOALAN EKS TPA SAMPAH NAMO BINTANG

DLHSU KOMIT TERHADAP PERSOALAN EKS TPA SAMPAH NAMO BINTANG

 

MEDAN-SP. Ka. UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara DR Indra Utama dikegiatan tinjau lapangan di Eks. TPA Namo Bintangrabu 21/3 di Desa namo Bintang Kecamatan Pancur batu Deli Serdang mendeklarasikan tidak adanya pebakaran sampah di Eks TPA Sapah Namo Bintang dari itu Indra berharap Pihak-pihak terkait untuk terjaga. Kegiatan ini merupakan teragenda dari pertemuan sebelumnya yang digelar UPT Pengelolaan Sampah DLHSU antara Pihak Peko Medan dan Pemkab Deli Serdang dalam mebahas persoalan Eks TPA dan langkah kebijakan Dinas Kebersiahan Kota Medan sebagai Pengelola.

”Untuk menghindari Pencemaran Udara kita berharap sejak saat ini tidak ada lagi Pembakaran. Kedepan UU. 18 Th. 2008 semoga dapat menjadi Pedoman”, terang Indra yang juga menegas UU. Tentang Pengelolaan Sampah selain dapat menjerat Masyarakat juga Pengelola.

Tampak Hadir di acara  dari Dinas Kebersihan Kota Medan Kabid Ops Baharuddi Harahap, Kabid Sarpras Chairul AbidinStaf Linmas, Mandor TPA  dan jajarannya. Dari Pemkab Deli Serdang Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup Kab. Deli Serdang J. Saragih, Sekcam W. Karo-Karo dan Kasi. Trantib Kec. Pancur Batu Rohama. Tapak juga Kepala Desa Namo Bintang Ridwan dan Kepala Desa Baru Stevanus dan beberapa orang Kadus Babin Kamtibmas R. Sinuraya dari Polsek Pancur bBatu, dan terlihat Juga Tokoh masyarakat Pancur Batu dan Pemerhati Lingkungan dari Lempalhi Sumut.

Eks. TPA Namo Bintang berada di Desa Namo Bintang dan berhampiran dengan Desa Baru Kecamatan Pancur Batu. TPA tersebut merupakan Aset Peko Medan yang berada di wilayah administrasi Kab. Deli Serdang. Nampak Aktifitas Pemulung dan Pengompos serta pembakaran terus berjalan yang merupakan dilemma yang menuntut sikap tegas dari Pemko Medan. Dan menurut Pantauan mulai dari sore hingga menjelang pagi sebelumnya polusi udara pebakaran sapah sangat mengganggu.

“Asap Pebakaran merupakan Toxid yang berbahaya bisa mengganggu syaraf otak. Ini kita temukan Sapah Limbah B3, berarti fungsi pupuk dari hasil TPA ini asih diragukan karna mengandung unsur bahan berbahaya beracun yang malah dapat merusak tanaman dan merugikan Petani”, papar J Saragih sambil menunukkan temuan Sampah Medis.

Acara diakhiri dengan pemasangan Plang himbauan UU. Tentang Pengelolaan Sampah. Dan adanya kesepakatan bersama untuk menggelar pertemuan tindak lanjut di kantor UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera jalan HM. Said Medan. (AG)

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *