Sejumlah Masyarakat Desa Buhawa Laporkan Kadesnya

Sejumlah Masyarakat Desa Buhawa Laporkan Kadesnya

 

 

Nias Selatan, SP

Kepala Desa Buhawa SS selaku Pj Kwpala Desa Buhawa Kecamatan Idanotae Kabupaten Nias Selantan sejak menjabat tidak berada di lingkungab Desa Buhawa.

SS, juga salah seorang Kepala Sekolah SD Negeri Buhawa di juga diduga jarang hadir di sekolah.

Hal ini dikatakan salah seorang mewakili masyarakat Desa Buhawa kepada SP minggu 01/04 yg masih belum menyebut namanya akan tetao siap bertanggung jawab bila di panggil sebagai saksi utama dalam mengusut kasus Dana Desa/Alokasi Dana Desa, Permintaan Penebusan Beras Rastra Rp.15.000 (lima belas ribu) per karung setiap Kepala Keluarga termasuk penggelembungan Siswa di sekolah yang beliau pimpin.

Sumber mengatakan bahwa selama SS menjabat Pj Kades Buhawa dari tahun 2015 hingga 2017 hanya beberapa kali datang di Desa Buhawa itupun tidak pernah bertatap muka dengan masyarakat, karena SS banyak familinya pejabat teras pemerintah,termasuk pejabat kepolisian dan kejaksaan, hal ini sering dia lontarkan kepada masyarakat yang meminta gaji hasil perkerjaan mereka.jelas sumber.

Masih sumber mengatakan puluhan juta hak masyarakat desa buhawa belum di bayar oleh Pj.kepala desa tapi sudah di pertanggungjawabkan penggunaaan ADD dan DD jelasnta heran.

“Memang Aparat Desa adakah familinya kandung maka semua pertanggungjawaban tersebut sah-sah saja,” kata sumber.

Parahnya lagi, pada Penebusan beras rastra januari februari kemarin kepada 35 kepala keluarga di minta tebusan sebesar Rp.15.000(lima belas ribu rupiah) per karung (1 karung 10 kg), anehnya masyarakat di desa lain di kecamatan idanotae tidak di minta tebusan, ujarnya.

Sambungnya lagi, Siswa di SD negeri buhawa hanya sekitar 86 orang namun tertera di dapodik dinas pendidikan 180 orang di duga SS selaku kepala sekolah telah melakukan penggelembungan siswa untuk mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah( BOD) yang sangat fantastik, ungkap sumber.

Baca Juga Berita Ini :  Mendukung Kesuksesan PON XX di Papua

Penggelembungan siswa di SD negeri Buhawa Kecamatan Idanotae Kabupaten Nias salah satu modus kepala sekolah mendapatkan uang yang sangat besar di luar gajinya sebagai kepala sekolah, sertifikasi dan tunjangan daerah terpencil lagi, untuk itu di minta kepada penegak hukum agar menindak lanjuti informasi ini, tegas sumber.

Kepala Perum Bulog Gunungsitoli yang dihubungi SP 02/04 tentang tembusan Beras Rastra mengatakan dengan tegas, Tidak ada tebusan Rastra itu Gratis hingga tiyik distribusi. Jelasnya singkat.

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulayan Nias Raminudin Mendrofa kepasa SP di gunungsitoli,02/04 mengatakan Kasus ini akan kita Suratin Polres Nias Selata dakam minggu ini sesuai pernyataan mastarakat yang sudah disampaikan kepada kita, tegssnya.

Lanjut Raminudin mengatakan Diduga keras Pj.Kades telah hal ini sejak ia menjadi kepala sekolah. Terus pembayaran gaji masyarakatpun seakan-akan tidak dk gubris atau di gelapkan dalam mendapatkan ke untungan, jelasbya.

Fesianus Ndraha.

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *