Puncak Hari Jadi Kota Sibolga Ke 318, BANJIR DAN LONGSOR MENJADI PEMBICARAN SERIUS

Puncak Hari Jadi Kota Sibolga Ke 318,

BANJIR DAN LONGSOR MENJADI PEMBICARAN SERIUS

 

SIBOLGA, SP. Kami berharap sebelum masa jabatan Bapak Syarfi, Walikota Sibolga berakhir agar masalah banjir dapat dituntaskan di Sibolga, memang banjir ini merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan. Jangan sampai terkesan soal banjir dan longsor yang terjadi di Kota Sibolga dianggap sepele. Apalagi berita yang say abaca di Portal Berita Sibolga Pos dan Sosial Media yang ramai diributkan soal Pak Syarfi yang mengatakan korban terlepas dari gendongan ayahnya, sementara ayahnya saat kejadian berada di kota medan. Ini kan contoh yang tidak baik dan menyakiti hati masyarakat, ” Ujar salah satu warga Sibolga yang diundang hadir pada hari jadi Kota Sibolga ke 318 tahun.

Masyarakat Kota Sibolga meminta kepada Walikota agar lebih fokus menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Sibolga. “Kami meminta kepada pak Syarfi, agar lebih fokus mencari solusi bagaimana menangani banjir yang terjadi setiap musim hujan di Kota Sibolga.

Baru-baru ini adalah peristiwa yang paling menyedihkan, karena tiga orang warga Sibolga meninggal dunia tertimbun longsor dan hanyut dibawa banjir. Kami berharap sebelum masa jabatan pak Walikota berakhir, kasus banjir bisa dituntaskan di Sibolga ini,” harap sejumlah warga Sibolga.

Sebelumnya Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk dalam sebuah acara bersama dengan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi di Sibolga melaporkan, terjadinya banjir di Sibolga akibat curah hujan yang terjadi mulai siang sampai pagi hari. Selain itu juga, karena lahan yang sempit di Sibolga, terpaksa masyarakat banyak yang tinggal di perbukitan, sehingga kalau terjadi longsor akan berbahaya kepada masyarakat yang tinggal di sana.

Baca Juga Berita Ini :  Masyarakat Mengapresiasi Tindakan Tegas Aparat Terhadap KST di Papua

“Untuk membenahi saluran air khususnya yang ada di Pasir Bidang dan Muara Pinang, pemerintah kota Sibolga telah menganggarkan Rp1,5 miliar tahun ini. Dan kami bersama dengan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani telah komit akan bersama-sama ke Jakarta untuk melapor kondisi Sungai Sarudik yang sudah menyempit, sehingga perlu dilakukan normalisasi sungai mulai dari hulu sampai ke Muara Pinang. Tentu pekerjaan ini membutuhkan biaya yang besar. Untuk itulah kami akan berjuang bersama dengan Bupati Tapteng menyampaikan ini ke Jakarta,”sebut Syarfi. (red)

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *