Nyawa Jonni Melayang, Panen Sawit “ Digigit “ Sutet

SIBOLGAPOS.COM, Simalungun | Hari Jumat tanggal 25 mei 2018, sekira pukul 11.00 Wib adalah hari terakhir bagi Jonni Marulam Simamora (23) warga Huta IV Nagori Sidotani Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. Pasalnya, saat memanen buah sawit, Egrek (alat pemanen) miliknya menyentuh Kabel Listrik Sutet. Alhasil, tubuhnya tersengat dan meninggal dunia seketika.

Keterangan : Egrek yang dipergunakan korban (Foto : Humas Poldasu)

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK dalam rilis press yang diterima redaksi Sibolgapos.com  hari Jumat (25/05/2018) pukul 23.43 WIB menjelaskan dan membenarkan kejadian tersebut.

“ Hari Jumat tanggal 25 mei 2018, sekira pukul 11.00 wib, Korban dan Juanda Uli Simamora (23) memanen sawit milik orang tua mereka di Huta IV Nagori sidotani Kec. Bandar Kab. Simalungun. Korban bertugas utk memanen sawit dan saksi (Juanda,red) bertugas utk melangsir/memindahkan sawit,” jelas AKBP Tatan.

Baru sekitar satu setengah jam korban dan saksi melakukan pekerjaannya, tiba-tiba terdengar suara korban menjerit.

“ Sekira pukul 12.30 wib,saksi lainnya Agata Situmeang dan Juanda mendengar teriakan sangat keras “Aduh….”dari arah tempat korban mengegrek sawit kurang lebih jarak 100 meter,” lanjut Tatan.

Kemudian saksi mendatangi asal suara tersebut dan melihat korban sudah tergeletak di tanah dan sebilah egrek bergagang yang dipakai korban untuk memanen sawit terjatuh ketanah di samping korban.

Kemudian saksi memanggil pemanen sawit kebun yg melintas dijalan untuk membantu mengangkat korban kerumah saksi,dan selanjutnya saksi memanggil bidan desa untuk memeriksa keadaan korban.

Keterangan : Petugas Kepolisian menunjukkan kabel sutet yang menyengat korban. (Foto Humas Poldasu)

Tetapi dari hasil pemeriksaan luar medis korban sudah tidak bernyawa lagi dan ditemukan luka bakar pada kaki kiri dan kanan,serta paha korban yang disaksikan oleh pihak keluarga,panghulu dan pihak kepolisian Polsek Perdagangan

Selanjutnya Pelapor mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) beserta dengan anggota lainnya dan melihat bahwa pohon sawit milik orang tua korban tepat berada dibawah kabel listrik sutet dan diduga egrek yang digunakan korban memanen sawit mengenai kabel listrik sehingga korban tersetrum dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga Berita Ini :  Memperingati Hari Pahlawan, FPMSI Bersama Gesit Akan Gelar Kampanye Aksi dan Deklarasi Wujudkan Indonesia Maju

Jasad korban sudah disemayamkan pihak keluarga usai membuat Surat Pernyataan kepada pihak Kepolisian terkait orang tua korban yang menginginkan bahwa terhadap korban tidak di lakukan otopsi.

 

Sumber   : Kabid Humas Polda Sumut

Editor      : Agus Salim Tanjung

 

 

 

 

 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *