Duda 54 Tahun Ini Perkosa Dan Bunuh Bocah 7 Tahun, Jasad Disembunyikan Dalam Jurang

Sibolgapos.com,Sergai | Seorang bocah perempuan di Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, RB (7), diduga menjadi korban pembunuhan dan perkosaan. Mayatnya ditemukan di jurang sekitar 300 meter dari kediamannya di Dusun 1 Desa Pamah, Kecamatan Silinda, Jumat (8/6) pagi.

Keterangan : Salomo Barus, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswa kelas 1 SD

Rosalinda dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Kamis (7/6) siang. Pencarian yang dilakukan keluarganya berakhir dengan duka mendalam. Warga menemukan tumpukan daun pisang di dalam jurang.

Informasi yang diperoleh, Jumat (8/6/2018) siang, bocah yang diketahui masih duduk di kelas 1 SD ini pertama kali ditemukan, ketika warga melihat tumpukan yang ditutupi daun pisang di dasar jurang. Begitu dibuka, jasad RB ditemukan. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kotarih. Tim dari Satreskrim Polres Sergai kemudian turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan penyelidikan dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Medan.

Jasad bocah malang ini ditemukan dalam posisi miring dan ditutupi daun pisang. Pada bagian lehernya ada luka memar. “Dia korban pembunuhan, karena ada bekas cekikan dan ada luka di kemaluannya,” kata AKP Alexander Piliang, Kasat Reskrim Polres Sergai, Jumat (8/6/2018)

Dalam waktu empat jam, Team Scorpion Jatanras Polres Sergai bersama personel Polsek Kutarih meringkus pelaku pemerkosaan dan pembunuhan bocah tujuh tahun, RB.

Tersangka adalah Salomo Barus (53), warga Dusun I, Desa Pama, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, ahirnya kita mengetahui identitas tersangka dan langsung mengejar pelaku,” ungkap Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Reskrim AKP Alexander Piliang, Jumat (8/7/2018).

Keterangan : Kasat-Reskrim-Polres-Sergai-AKP-Alexander-Piliang-bersama-anggotanya-saat-membawa-pelaku-pemerkosaan-sekaligus-pembunuhan-ke-Rumah-Sakit-Bhayangkara-Medan..jpg

Petugas kepolisian harus melakukan tindakan tegas dan terukur dikarenakan tersangka coba melakukan perlawanan saat diringkus petugas.

Baca Juga Berita Ini :  KMI Akan Gelar Diskusi Bersama Insan Media "Mendongkrak Ekonomi Indonesia Melalui Omnibus Law Perpajakan"

“Kedua kaki tersangka ini ditembak setelah coba melakukan perlawanan saat kita amankan,” terang Alex.

Dikatakan Alex, aksi pemerkosaan itu sudah dua kali dilakukan oleh tersangka, dimana sebelumnya aksi itu ia lakukan pada bulan Mei 2018 lalu. “Ini yang kedua kalinya, saat beraksi tersangka memberikan uang kepada korban sebesar Rp20 ribu,” katanya.

Namun pada pemerkosaan kedua, korban melawan sehingga membuat tersangka emosi dan langsung mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

Sementara itu, Salomo Barus mengatakan kalau dirinya sudah bercerai dengan istrinya lima tahun lalu. Dari pernikahanya itu, ia juga tidak memiliki anak.

“Aku pun gak tahu kenapa bisa begini pak, dia melawan makanya aku mencekik lehernya hingga dia tewas,” kata pria berusia lebih setengah abad ini.

Sadar kalau saat itu korban tewas, tersangka kemudian menyeret jenazah korban sejauh 500 meter dari lokasi pemerkosaan di perladangan Dusun 1, Desa Pamah, Kecamatan Silinda.

“Setelah itu mayatnya kuseret sejauh 500 meter dan kuletakkan di semak-semak kututup dengan daun keladi, kemudian aku pergi,” katanya. (ast)

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *