Kapolri Sebut Nahkoda KM. Sinar Bangun Berpotensi Tersangka

Sibolgapos.com | Pihak kepolisian masih menyelidiki dugaan kelalaian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6) sore. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan nakhoda kapal berpotensi menjadi tersangka.

“Penyelidikan awal, kita lihat kapal ini ada kelalaian-kelalaian yang terjadi,” kata Tito kepada wartawan usai meninjau Posko Tigaras, Simalungun, Sumut, Kamis (21/6/2018).

Dugaan kelalaian yang terjadi di antaranya memaksakan kapal diisi penumpang lebih dari muatan kapasitas. Sebelumnya disebut Kemenhub, KM Sinar Bangun punya kapasitas angkut 43 orang. Namun, kenyataannya muatan kapal tersebut over kapasitas.

Tito menuturkan dari penyelidikan awal ada kelalaian dalam pelayaran KM Sinar Bangun.

“Pasal 360 KUHP menyebutkan barang siapa melakukan kelalaian dan mengakibatkan kematian orang lain, dapat dipidana,” katanya.

“Kalau sengaja, kena pasal 338 KUHP. Bisa juga. Tapi ini lebih banyak kelalaian, selain unsur cuaca saat itu. Apalagi nahkoda sudah sering mengangkut penumpang hingga 150 orang, padahal bobot mati kapal hanya 17 GT yang hanya mampu mengangkut 60 orang,” ujar Kapolri menambahkan.

Dugaan kelalaian lainnya yakni tidak adanya manifes penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Samosir ke Tigaras. Selain itu, KM Sinar Bangun juga tidak memenuhi standar keselamatan dengan ketersediaan life jacket.

“Lalu siapa kemungkinan tersangkanya? Yang pertama tentu nakhoda yang membuat jadi over passenger. Jadi ke nakhoda yang kebetulan dia pemiliknya, dia bisa jadi tersangka,” tegas Tito. (ast/rel).

 

 

Baca Juga Berita Ini :  UU Cipta Kerja Memberikan Perlindungan Bagi Korban PHK

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *