Cakades Demo Kantor DPRD, Ini Kata Ketua Komisi A

TAPTENG, sibolgapos.com – Calon Kepala Desa yang merasa digagalkan oleh Pemdes Tapteng melakukan aksi unjukrasa ke kantor DPRD Tapteng dan kantor Bupati Tapteng. Dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 wib hingga selesai ini, diterima oleh anggota DPRD Tapteng dari komisi A.

Dalam pertemuan antara calon kepala desa beserta penasehat hukum mereka dengan anggota DPRD Tapteng berlangsung alot. Para cakades memaksa komisi  A DPRD Tapteng untuk segera menggunakan hak angket DPRD, dan mendesak DPRD untuk melakukan mediasi kepada Bupati Tapteng.

Namun, dalam pertemuan itu, Ketua Komisi A DPRD Tapteng, Kennedy Pasaribu dengan tegas  mengatakan, bahwa DPRD sendiri memiliki mekanisme kerja. Jika ingin memanggil pihak eksekutif, DPRD harus melayangkan surat. “Kami tidak bisa sesuka hati memanggil eksekutif, kalau mau memanggil Sekda, yah harus ijin dari Bupati, tentunya harus melayangkan surat panggilan, tidak bisa sesuka hati kita,” tegasnya, Senin (10/9/2018).

Dalam pertemuan itu, Kennedy juga menyesalkan sikap para calon kepala Desa yang merasa di gagalkan. “Yah, kasus ini sudah sampai diranah Hukum, para calon kades sudah menggugatnya ke PTUN. Karena sudah digugat, tentu kita harus mematuhi aturan, silahkan ditunggu hasil dari PTUN. Kalian bilang, Mendagri sudah menyurati Pemkab. Jika memang sudah disurati, mestinya kalian meminta secarik kertas tanda bukti kalau Pemkab Tapteng sudah disurati oleh Mendagri,” jelasnya.

Usai pertemuan antara Cakades berlangsung dengan DPRD. Para perwakilan pendemo memaksa agar Martin bersama beberapa anggota DPRD lainnya, termasuk Julianus, Siringo-ringo, Hariono dan DPRD lainnya untuk turun bersama mereka dalam menyampaikan  aksinya di depan Kantor Bupati Tapteng. Aksi yang berlangsung di depan kantor Bupati Tapteng ini, akhirnya bisa mereda sekitar pukul 17.00 wib, para pendemo bubar dengan tentran sesuai dengan arahan pimpinan aksinya.

Baca Juga Berita Ini :  Masyarakat Mengutuk Pembakaran Pesawat oleh KKSB Papua

Joko P Situmeang usai melaksanakan aksi unjukrasa di depan kantor Bupati Tapteng memberikan alasan kenapa dirinya membuat surat pernyataan mengundurkan diri  jadi masyarakat Tapteng. “Yah, waktu itu, saya hanya mengundurkan diri untuk sementara saja, dan menurutku hanya untuk satu jam saja. Alasan saya mengundurkan diri, karena saya kecewa dengan pemerintah Tapteng. Intinya, sampai saat ini saya masih warga Tapteng, dan itu sah menurut hukumnya,” kata Joko kepada wartawan. (Hendra)

 

 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *