Hore… Mendikbud Berikan Solusi Bagi Honorer

JAKARTA, sibolgapos.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta para guru, khusunya yang honorer untuk tetap fokus mengajar.

Menurut Muhadjir, Pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap masa depan guru, khususnya memberikan solusi terhadap permasalahn guru honorer.

“Alhamdulillah sore ini sudah ada solusi untuk mengatasi masalah tentang posisi guru, terutama guru honorer. Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik. Dengan kerendahan hati saya mohon kepada para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing, untuk membina, mengasuh, mengantar, dan mengajar anak-anak didik kita. Tetap fokus mengajar di sekolah,” kata Muhadjir dalam siaran pernya diterima di Jakarta, Minggu (23/9/2018).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengimbau para guru honorer tidak lagi melakukan kegiatan di luar tugas profesionalnya sebagai guru. Karena, kata Muhadjir, aspirasi guru honorer sudah diperhatikan pemerintah dan sudah dicarikan solusinya.

Pemerintah memberikan solusi dengan memberikan kesempatan para guru honorer berusia lebih dari 35 tahun yang ingin mengabdi untuk Negara melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Proses seleksi PPPK akan dilakukan setelah selesainya seleksi CPNS tahun 2018. “Untuk para guru honorer yang tidak memenuhi syarat karena usia, pintu alternatifnya melalui seleksi PPPK, dengan kualitas tetap diutamakan,” jelasnya.

Dengan solusi yang diberikan pemerintah tersebut, Mendikbud mengimbau kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer.

“Kemendikbud sudah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah untuk tidak lagi ada pengangkatan guru honorer. Sesuai arahan Bapak Presiden tidak boleh lagi pemerintah daerah dan kepala sekolah mengangkat guru honorer,” tandasnya, dikutip dari akurat.co.

Mendikbud mengajak pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam memberikan perhatian terhadap berbagai permasalahan, termasuk masa depan guru. “Semua ini tidak boleh lepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah dan memikirkan masa depan guru,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Ini :  Hoaks Berbahaya Bagi Kehidupan Masyarakat

 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *