Wali Kota Sibolga Ancam Tarik Kerjasama Dengan BPJS

Sibolgapos.com – Dengan dikeluarkannya peraturan Direktur BPJS bidang Jaminan Kesehatan No 4 tahun 2018, yang dinilai sangat merugikan pemerintah Daerah yang memiliki Rumah Sakit Tipe B, membuat Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk merasa geram dan mengancam tidak mau lagi bekerjasama dengan BPJS.

Menurut Syarfi, kebijakan BPJS tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang terus menerus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Bahkan, kebijakan BPJS ini sudah membuat Rumah Sakit Umum Daerah yang bertipe B merugi total.

“Kalau peraturan mereka tidak ditarik, kita tidak mau lagi kerjasama dengan BPJS. bayangkan, 99, 41 % masyarakat Sibolga dapat jaminan kesehatan pemerintah, ingat Rumah Sakit ini milik pemerintah loh,” cetusnya.

Sementara Direktur RSU Sibolga dr Masrip Sarumpaet ketika dikonfirmasi terkait kurangnya jumlah pasien di Rumah Sakit Sibolga ini mengatakan, bahwa kurangnya pasien di RS Sibolga terjadi sangat signifikan, sampai 80 persen, dari yang biasanya mencapai  400 pasien, sekarang yang datang hanya 100an. Itupun bulan depan pasti berkurang lagi, mereka masih berobat di rumah sakit Sibolga itu karena rujukannya belum habis.

“Kalau rujukan mereka sudah habis, pasti akan berkurang lagi pasien kita. Meski rumah sakit rujukan setelah D dan C harus ke tipe B, Rumah sakit Metta Medika tidak pernah merujuk ke rumah sakit kita, melainkan ke rumah sakit di Medan,” pungkasnya.  (Rommy)

Baca Juga Berita Ini :  SKB 11 Menteri Merupakan Upaya Cegah Radikalisme di Kalangan ASN

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *