Dinsos Tapteng Buka Pendaftaran BPNT Secara Langsung

Sibolgapos.com – Dalam tiga hari terakhir, kantor Dinas Sosial Tapteng ramai dipadati ratusan masyarakat dari beberapa daerah. Alasan mereka tak lain hanya agar bisa di verifikasi dan di validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh petugas sehingga dinyatakan layak menerima program bantuan.

Kadis Sosial Tapteng, Parulian Panggabean,  SE. MSi mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pendataan ulang kepada masyarakat dalam mendukung Program Keluaraga Harapan (PKH) dan perubahan pembagian Beras Sejahtera (Rastra) menjadi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Data yang diperoleh diverifikasi dan validasi oleh Dinsos Tapteng berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga diperoleh data yang valid,” jelasnya.

Masih kata Parulian, program PKH dan BPNT itu merupakan program dari Kementerian Sosial yang akan dilaksanakan sejak Januari 2019 sebagai upaya untuk dapat memutus mata rantai kemiskinan yang ada di Indonesia khususnya di Tapteng melalui berbagai program sosial.

“Untuk melakukan pendataan itu,  kita juga bekerjasama dengan Camat, Lurah, dan Kepala Desa, dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK),” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Parulian, pemutakhiran data terpadu pada Basis Data Terpadu (BDT) yang dilakukan ini merupakan pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial yang mengacu pada peraturan Pemerintah dalam mengintegrasikan Bantuan Sosial Non Tunai.

“Semua mengacu Perpres Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran bantuan sosial secara non tunai,” ungkapnya.

Katanya, penyaluran bansos PKH dan BPNT ini akan diserahkan secara non tunai dilakukan dengan menggunakan Kartu Kombo atau yang dinamakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan merupakan kartu debet yang dikeluarkan Himpunan Bank-Bank Negara (HIMBARA).

“Melalui kartu ini penerima bantuan akan merekam datanya yang berfungsi sebagai tabungan atau dompet elektronik untuk belanja dari alokasi kuota,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Ini :  Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Bersama

Ditambahkannya, penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi peserta PKH akan menggunakan e-warung atau layanan warung non tunai yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial ini, warga akan mendapatkan bahan pokok dalam BPNT melalui transaksi non tunai e-warung tersebut.

“Petugas kita juga akan langsung turun ke lapangan melakukan sosialisasi serta memvalidasi semua data yang masuk yang dibantu oleh Camat, Lurah, dan Kepala Desa. Kemudia ditetapkan siapa-siapa saja yang layak menerima bantuan tersebut,” jelasnya. (Rommy)

 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *