Heboh Kakek Pemulung di Aek Habil Hidupi 8 Orang

sibolgapos.com – Dengan beralaskan tanah, keluarga Oloan Manalu (76) bersama istrinya Siti Nurbaya br Aritonang (65) serta anak – anak dan cucunya, tinggal dirumah tua di Lingkungan III, Keluarahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan.

Oloan yang berusaha menghidupi 8 orang anggota keluarganya sedang mengidap penyakit Hernia. Meski dengan kondisi sakit-sakitan, Oloan masih berusaha menghidupi anak dan istrinya dari hasil memulung sehari-harinya.

Oloan Manalu bersama istri yang dijumpai dirumah tuanya mengaku, kalau mereka selalu kesusahan disaat musim hujan, karena air selalu masuk melalui atap dan dinding rumahnya yang bocor-bocor.

“Kalau hujan, kami selalu kerepotan pak, kadang kami harus pindah tidur kerumah orang,” akunya, Jumat (5/10).

Dia menjelaskan, mereka sudah tinggal di rumah tua selama 18 tahun sejak tahun 2000 silam. Saat malam hari, mereka  harus berhimpit-himpitan untuk tidur, diatas tikar yang beralaskan tanah.

“Gimana lagi pak, anak-anak tidur ditikarlah pak. Sudah 18 tahun begini terus,” katanya sembari mengaku pasrah dan berserah diri kepada yang Kuasa.

Untuk penghasilan setiap bulannya, Oloan mengaku hanya bisa mencari uang 200 ribu dalam satu bulan. Penghasilannya, ditambahi oleh anak perempuannya yang tinggal serumah dengan dia bersama cucunya.

“Kamikan cuman memulung pak, paling saya dapat 200 ribu sebulan. Anak saya ini sudah janda pak, makanya dia bersama cucuku tinggal serumah dengan kami. Pekerjaannya juga memulung pak,” keluhnya.

Hingga saat ini, Oloan mengaku tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah selain Rastra.

“Belum pernah ada pendataan, kami hanya dapat beras raskin saja pak. Bantuan lain, kami belum pernah terima,” timbalnya.

Oloan juga bercerita, saat ini istrinya juga sedang sakit berat, berkali-kali sudah dibawa ke rumah sakit. Pihak rumah sakit menganjurkan, agar istrinya dibawa berobat ke Medan.

Baca Juga Berita Ini :  Reuni 212 Bernuansa Politis Tak Perlu Digubris

“istriku hanya bisa tidur aja pak, gak bisa duduk. Kalau anjuran dokter dari Metta Medika, kami harus berobat ke Medan. Dari mana uang kami pak, untuk berobat memang ditanggung, tapi belanja makan kami dari mana pak. Aku aja harus terus terusan beli obat pak, biar bisa kerja. Kalau gak dibantu obat, saya mana bisa kerja,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Aek Muara Pinang Doly Sianturi bersama Kepling Lingkungan III, Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Lomona Sitanggang mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa berbuat apapun kepada keluarga ini.

“Apa yang bisa kami buat pak, Dinas Sosial yang memberikan bantuan, tidak pernah melibatkan kami. Mereka bertindak sendiri, tidak pernah melakukan kordinasi, bantuan RTLHpun mereka sendiri yang mendata, PKHpun mereka sendiri yang mendata. Kami tidak tau harus berbuat apa pak. Masalah kelayakan, mereka memang sangat layak dapat bantuan, tapi kondisi sudah seperti ini, apa mau dikata pak,” cetus Lomona yang mengaku baru menjabat 1,5 tahun menjadi kepling. (rommy)

 

 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *