Jokowi Resmikan Program Bank Wakaf Mikro

Sibolgapos.com Presiden Joko Widodo meresmikan Program Bank Wakaf Mikro (BWM) yang dilaksanakan di Pondok pesantren  Mawaridussalam, Batang Kuis, Deli Serdang, Senin (7/10/2018).

 

Program BWM yang diprakarsai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut berjalan sejak Oktober 2017 lalu dan memiliki 33 unit di seluruh Indonesia.

 

Program ini hadir untuk menurunkan tingkat ketimpangan dan kemiskinan masyarakat serta para pelaku usaha mikro dan menengah.

 

Sedangkan pembiayaan BWM ini berasal dari donasi perusahaan maupun individu yang dihimpun oleh Baznas.

 

Menurut Departemen Perbankan Syariah (DPBS)  tiga syarat pendirian BWM yang ditetapkan yakni donatur, pesantren dan masyarakat produktif.

 

Skema pada BWM merupakan pembiayaan tanpa agunan dengan margin setara 3% sesuai dengan prinsip syariah. BWM tidak mengenakan bunga.

Penyaluran pembiayaan dilakukan melalui organisasi, tokoh masyarakat yang berpengaruh seperti pesantren yang disebut Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Satu LKMS biasanya butuh Rp.8 miliar untuk dana penyaluran. Sementara untuk pembiayaan operasionalnya, biaya diambil dari  donasi yang berasal dari Baznas dan dimasukkan di deposito bank syariah.

 

Sepanjang perkembangannya, BWM banyak didirikan di sekitar pesantren yang sudah memiliki komunitas bisnis. Melalui BWM para santri maupun masyarakat dilingkungan pondok pesantren dapat memperoleh pinjaman usaha maksimal Rp3 juta.

 

Untuk mengembangkan program ini, OJK terus melakukan upaya jemput bola terhadap pesantren-pesantren yang ada di seluruh Indonesia. Namun, OJK akan melihat terlebih dahulu potensi masyarakat di sekitar pesantren, apakan memerlukan pembiayaan di segmen mikro dan bagaimana produktivitasnya.

 

Skema Pembiayaan Bank Wakaf Mikro

Skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro cukup sederhana. Tidak ada syarat khusus ataupun agunan untuk mendapatkan pembiayaan. Masyarakat hanya akan didampingi dan dilakukan pembinaan sebelum menerima dana. Kemudahan menjadi salah satu karakteristik Bank Wakaf Mikro.

Skema permodalan dari Bank Wakaf Mikro juga terbilang unik. Setiap LKMS akan menerima sekitar Rp.8 miliar. Dana tersebut tidak akan disalurkan semuanya menjadi pembiayaan, karena sebagian akan diletakkan dalam bentuk deposito di bank umum syariah.

Pembiayaan akan di fokuskan kepada pelaku usaha dan untuk modal usaha. Ada sekitar Rp.8 miliar per LKMS. Dana donatur untuk satu pesantren saat ini sekitar Rp.8 miliar. Dana yang ditempatkan pada deposito bank umum syariah sekitar 50%. Itu digunakan untuk membiayai beban operasional Bank Wakaf Mikro.

Skema unik tersebut dipercaya dapat membantu biaya operasional dan menekan jumlah imbal hasil bagi nasabah dan LKMS. LKMS sendiri hanya mematok maksimal 3% imbal hasil per tahun. Angka tersebut terbilang sangat kecil untuk lembaga keuangan. (JH)
 

Baca Juga Berita ini

About the Author: possibolga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *