Dolok Pagompul Pancinaran, Titik Terang Dari Tapal Batas Kab.Tapanuli Tengah Dengan Kab. Aceh Singkil.

Manduamas, sibolgapos|
Tim pencarian tapal batas kembali melakukan pencarian, menuju Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Propinsi Sumut.

Santosa, Kepala Desa
Saragih Timur mengatakan bahwa, sebelum dirinya menjadi Kepala Desa, dirinya pernah bekerja sebagai Tim Surve Perusahaan Kayu Loging (LOG) PT.Multi Timber.

“Saya dulu pernah sebagai kepala tim surve untuk membuat arah lokasi mana yang boleh di kelola PT.Multi Timber, karena hanya kawasan hutan kabupaten tapanuli tengah boleh di kelola sesuai ijin intruksi dari perusahaan,” ujarnya.

Jika ditarik dari titik laut membentah bahwa dolok Pagompul Pencinaran (pintu angin) merupakan kunci titik terang karena disana juga ada 3 titik tapal batas antara Kabupaten Pakpak Barat dengan Kabupaten Tapanuli Tengah dan juga Singkil.

“Saya ketahui dengan jelas karena saya pernah ketua tim surve PT.Multi Timber untuk membuat batas yang harus di kelola karena intruksi dari perusahaan untuk wilayah Propinsi Sumatra Utara saja,”ungkapnya.

Penjelasan ini di benarkan juga oleh Barat Sihombing warga Dusun I Desa Saragih Timur Kecamatan Manduamas, anggota dari Santosa saat bekerja di Perusahaan kayu Loging (Log) PT.Multi Timber.

German Sitompul mengatakan, Berdasarkan hasil tinjauan lapangan tim penegasan batas Daerah Pemkab Tapteng yang dilaksanakan mulai tgl 28-29 Nopember 2018 lalu, titik koordinat PBU berada disekitar pertigaan Muara Sungai Mangkir dan Sungai Saragih, yakni LU=02° 10′ 23.4”. BT=098° 07′ 29.2” dan Di Desa Lae Balno dengan titik koordinat LU=02° 15′ 03.6” dengan BT=098° 09′ 48.3″.

Hal ini didukung dengan keterangan masyarakat kecamatan Manduamas Solli Meha, Kabbi Tumanggor, Bahwa Daerah tersebut di usahai dan dikuasai masyarakat kecamatan manduamas kabupaten tapanuli tengah.

Sehingga berdasar fakta di lapangan diharapkan dapat solusi yang terbaik menyangkut batas wilayah kedua daerah tersebut. Masyarakat di sekitar perbatasan ke dua daerah juga mengakui bahwa daerah yang ada diambil oleh Pemkab Aceh Singkil dulunya merupakan wilayah Tapanuli dan merupakan penduduk Tapanuli Tengah.

Baca Juga Berita Ini :  Pemda Harus Menggencarkan Vaksinasi Cegah Covid-19

Dan mengenai pembuatan patok-patok yang di buat oleh Pemkab Aceh Singkil tidak di ketahui oleh Pemkab Tapanuli Tengah atau dengan kata lain penentuan sepihak yang di buat Pemkab Aceh Singkil.

Terkait Titik Simpul Batas Antara Kabupaten Pak-Pak Barat, Tapanuli Tengah dan Kabupaten Aceh Singkil berada di Dolok Pagompul Pancinaran (Pintu Angin).

Menurut keterangan warga desa saragih timur Santosa dan Barat Sihombing bahwa kalau menuju kesana harus dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh 3 jam.

“Kita hanya bisa jalan kaki kesana karena kita lalui cuman jalan setapak susah memakai roda 2,”kata Barat Sihombing.
Penjelasan tersebut di benarkan juga, “jalan kesana licin dan terjal karena menuju Dolok Pagompul Pancinaran(Pintu Angin) melalui jalan tanjakan dan jalan di tumbuhi dengan lalang, tapi kalau memang Bapak-Bapak sanggup kesana, saya akan bersedia sebagai penunjuk jalan ke tempat di tuju karena lokasi tersebut saya ketahui dengan jelas,” jelas Marulak Padang, Warga masyarakat dusun I Desa Saragih Timur Kecamatan Manduamas.

Berdasarkan berbagai keterangan warga maka mencari titik simpul di Dolok Pagompul Pancinaran (Pintu Angin) tidak bisa di lanjutkan akibat cuaca ekstrim.

Pencarian di lanjutkan bila ada keputusan dari Pemkab.Tapanuli Tengah ,”kata German Sitompul pada masyarakat dan Media Sibolga Pos. (Allin)

Baca Juga Berita ini

About the Author: Mariana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *