Ketidakmampuan Prabowo Memimpin Rumah Tangga

Penulis: Tantra Sembiring*

Berbicara mengenai Prabowo Subianto, ada satu hal yang menarik untuk didiskusikan, yaitu mengenai latar belakang keluarga dan rumah tangganya.

Menurut hasil survei, lebih dari 80% masyarakat Indonesia tidak mengetahui latar belakang keluarga dan rumah tangga Prabowo Subianto.

Sementara masyarakat yang mengetahui latar belakang keluarga dan rumah tangganya, lebih dari 90% meragukan Prabowo menjadi pemimpin. Ya, keluarga dan rumah tangga Prabowo Subianto tidak harmonis, bahkan Prabowo dianggap tidak bisa memimpin keluarganya sendiri.

Tiga dekade yang lalu, tepatnya bulan Mei 1983, putra ketiga Sumitro Djojohadikusumo yakni Prabowo Subianto menikah dengan Siti Hediyati, atau yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto.

Satu tahun kemudian, lahir satu-satunya anak Prabowo bernama Didit Hediprasetyo. Pernikahan tersebut tidak berlangsung lama. Pada tahun 1998, Prabowo akhirnya bercerai dengan Titiek Soeharto.

Banyak versi informasi yang beredar mengenai perceraian Prabowo, tapi yang pasti, perceraian adalah dampak dari gagalnya membina rumah tangga.

Didit Hediprasetyo, anak tunggal Prabowo, sejak kecil hidup di Boston, Amerika Serikat. Ia tidak diperhatikan oleh orang tuanya yang terlalu sibuk bekerja. Prabowo sibuk mengamankan kekuasaan orde baru sampai tidak bisa mengurus keluarga.

Didit merupakan korban ketidakpedulian orang tua dan buah dari rumah tangga yang gagal. Sampai saat ini pun, namanya jarang sekali disebutkan di televisi, koran, maupun internet.

Ia pun jarang sekali pulang ke Indonesia, mungkin karena masih menyimpan rasa tidak suka kepada Prabowo yang telah menelantarkannya.

Tidak hanya itu, kurangnya perhatian orang tua dan pendidikan moral ala Indonesia, membuat kehidupan pribadi Didit menyimpang jauh dari norma-norma budaya timur. Didit tidak jarang pamer kehidupan malamnya dengan minum-minuman beralkohol, berkumpul dengan wanita malam, dan gaya hidup yang terlalu hedonisme.

Baca Juga Berita Ini :  Irjen Firli Bawa Angin Segar di KPK

Terakhir, publik Indonesia harus menerima kenyataan bahwa Didit yang lama tidak diberitakan ternyata mendukung kampanye LGBT.

Dalam akun Facebooknya, Didit dengan terang terangan mengkampanyekan komunitas Gay dengan menulis ”Mari sosialisasikan keberadaan para gay dan buktikan kita melengkapi keberagaman dan juga memiliki kontribusi untuk negeri ini”.

Didit yang saat ini hidup di Paris, terlihat cukup kemayu seperti waria. Sekali lagi, kondisi tersebut bukan semata-mata kesalahan Didit, namun lepasnya peran orang tua sebagai pengasuh dan sifat ketidakpedulian Prabowo dengan melepas tanggung jawab mengasuh anak kandungnya juga merupakan salah satu faktor penyimpangan kehidupan Didit.

Keluarga adalah parameter dan ukuran yang krusial untuk bisa memimpin atau indikator seorang pemimpin yang cakap atau sebaliknya. Jika mengelola dan memimpin keluarga saja tidak mampu, maka seorang laki-laki tidak pantas memimpin di jenjang yang lebih tinggi.

Jangankan memimpin negara, memimpin RT saja laki-laki tersebut tidak pantas. Ibarat kata, tidak ada Ketua RT di Indonesia yang memiliki rumah tangga yang berantakan.

Ketua RT pasti adalah orang yang bisa bertanggung jawab kepada keluarganya sendiri, dengan begitu masyarakat sekitar mempercayakan dipimpin olehnya.

Prabowo, adalah salah satu contoh laki-laki yang tidak bertanggung jawab kepada keluarganya, sehingga sama sekali tidak pantas jika memimpin sebuah negara. Mengurus organisasi ke sekelas satu keluarga saja tidak bisa, apalagi mengurus negara yang terdiri dari ratusan juta keluarga.

Setiap pemimpin laki-laki terlihat lebih berwibawa berdampingan dengan istrinya. Seorang Pak RT pastilah memiliki Bu RT. Seorang Pak Lurah pasti memiliki Bu Lurah. Setiap Kepala Negara pasti memiliki Ibu Negara. Lalu, Jika Prabowo menjadi Kepala Negara, lalu siapa Ibu Negaranya?

Baca Juga Berita Ini :  Komitmen Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan di Papua

*) Mahasiswa Universitas Negeri Medan

Baca Juga Berita ini

About the Author: Mariana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *