FPMSI Ajak Warganet Lawan Hoax Berita Covid-19 Dengan Gerakan Posting Konten Positif

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendeteksi 1.260 hoaks Covid-19 di lima platform media sosial: Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube dari bulan Januari hingga April 2020.

Sejumlah serangan hoax tersebut memanfaatkan isu Covid-19 yang dapat berdampak kepada terhambat nya penanganan yang dilakukan pemerintah. Hal tersebut lantaran tingkat literasi Indonesia terendah kedua di dunia dan mayoritas masyarakat masih mempercayai hoaks. Dampaknya akan mengarahkan publik pada tindakan yang salah, membahayakan kesehatan, bahkan ketahanan nasional.

Atas dasar tersebut, Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) akan mengadakan acara Diskusi Literasi online Dengan Tema:”Warganet Melawan Hoax Covid-19 Demi Suksesnya Penanganan Pandemi”, pada hari Senin(18/5/2020).

Kegiatan diskusi ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten diantaranya Staf Khusus Presiden RI gugus milenial Billy Mambrasar, Founder Kompasiana Pepih Nugraha, Ketua FPMSI Rusdil Fikri dengan Dimoderatori Pemred Kata Indonesia Hafyz Marshal.

Ketua FPMSI Rusdil Fikri mengatakan bahwa tujuan terselenggaranya acara diskusi guna menyadarkan para insan warganet di dunia Maya akan bahaya hoax berita Covid-19.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta warganet akan bahaya informasi dan berita hoax serta ajakan untuk tidak menebar berita hoax demi terwujudnya situasi nasional yang kondusif guna mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19” imbuh Rusdil.

Untuk itu, Rusdil menambahkan bahwa diperlukan berbagai kegiatan aksi literasi positif, salah satunya mrlalui gerakan posting konten narasi positif demi melawan narasi negatif dan berita hoax yang ada di media sosial.

“Sebelum terselenggaranya diskusi literasi online nantinya, kami sebelumnya sudah melakukan produksi dan penyebaran konten narasi positif seputar berita Covid-19 baik berupa meme/gambar, video pendek hingga tulisan artikel yang inti nya mengajak warganet melawan hoax dan ciptakan optimisme demi suksesnya Penanganan Pandemi” ujar Rusdil.

Diharapkan melalui diskusi online yang melibatkan kalangan warganet serta kalangan milenial maupun berbagai kalangan masyarakat lainnya mampu bersinergi untuk menghasilkan gerakan menebar narasi-narasi positif di berbagai lini media guna menangkal berita hoax demi suksesnya percepatan Penanganan Covid-19.(MH/Rel)

Baca Juga Berita ini

About the Author: Mariana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *