Pemerintah Optimal Bangun Papua

Oleh: Rebecca Marian )*

Papua adalah wilayah paling timur Indonesia. Meskipun letaknya sangat jauh dari Jakarta, namun pemerintah sangat memperhatikan Bumi Cendrawasih. Di Papua dibangun berbagai inrastruktur seperti Bandara Internasional Sentani dan Jalan Trans Papua. Karena harus ada keadilan dan pemerataan pembangunan, antara Indonesia bagian barat dan timur.

Kesenjangan antara di Jawa dan Papua berusaha dihapus oleh pemerintah. Karena Bumi Cendrawasih adalah bagian dari Indonesia juga. Jadi sangat wajar jika ada pemercepatan pembangunan di Papua. Sehingga di sana ada infrastruktur yang akan mendukung kelancaran kehidupan masyarakatnya. Juga akan memajukan warga sipil di Papua.

Pembangunan yang vital di Papua adalah dari segi transportasi. Karena selama ini di sana sangat mengandalkan pesawat terbang atau helikopter, karena alamnya yang masih banyak dipenuhi hutan dan pegunungan. Namun minusnya, harga barang jadi sangat mahal, mialnya 1 liter bensin bisa lebih dari 200.000 rupiah. Karena harus diangkut pakai pesawat.

Untuk mengatasi masalah ini, maka pemerintah memudahkan transportasi dengan membangun Jalan Trans Papua. Di jalan yang membentang lebih dari 4.000 KM ini, truk dan mobil bak bisa meluncur dengan mulus. Sehingga pengangkutan barang dilakukan via darat, tak lagi lewat udara. Harga barang akan menurun karena biaya transportasi juga turun.

Selain itu, sejak ada Jalan Trans Papua memudahkan laju penduduk. Jika dulu mereka harus lewat di dalam hutan dan butuh waktu lebih dari 3 hari, sejak ada jalan ini hanya butuh semalam saja. Mereka bisa pergi ke kota lain untuk berdagang atau mencari fasilitas kesehatan, dengan cepat.

Pembangunan di Papua tak hanya fokus pada inrastruktur, namun juga di bidang lain seperti pembangunan SDM dan pemanfaatan SDA. Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa pembangunan di Bumi Cendrawasih akan dilakukan secara holistik. Dalam artian, desk penugasan dari beberapa kementrian dan lembaga akan digabung sehingga pembangunannya akan lebih cepat.

Baca Juga Berita Ini :  Pemda Harus Menggencarkan Vaksinasi Cegah Covid-19

Menurut menteri yang berasal dari Pulau garam ini, pembangunan di Papua akan dilaksanakan selama 5 tahun ke depan. Pemerintah punya 5 agenda untuk memajukan Bumi Cenderawasih. Yakni pembangunan SDM, pemanfaatan SDA untuk transformasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pemercepatan dan reformasi birokrasi.

Pembangunan sumber daya manusia penting karena diharap para putra Papua bisa membangun daerahnya sendiri. Mereka akan diberi kesempatan belajar hingga perguruan tinggi dengan diberi beasiswa dari pemerintah, melalui program otonomi khusus. Jadi para sarjana akan mengabdikan diri di kampungnya dan mengajarkan ilmu kepada anak-anak Papua.

Pembangunan sumber daya alam juga jadi fokus untuk memajukan Papua. Sagu tidak hanya diolah dengan cara tradisional dan dimasak jadi papeda. Namun diharap bisa dijadikan tepung berkualitas baik, sehingga bisa diekspor dan memajukan petaninya. Masih ada banyak sumber daya alam di sana yang bisa diolah, seperti pisang australimusa dan buah sukun.

Birokrasi juga akan dibenahi di Papua, untuk mempermudah perizinan. Jadi penduduk tidak akan kesulitan saat akan membuat KTP, mengurus legalitas usaha, dan lain-lain. Karena birokrasi cara lama diperpendek alurnya, sehingga mengurus surat-surat penting jadi mudah dan cepat selesai. Penduduk akan senang karena punya surat dan perizinan tersebut, dan menghindarkan ASN dari potensi KKN.

Pembangunan di Papua yang menyeluruh, mulai dari infrastruktur, sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga birokrasi, diharap mampu memajukan Bumi cendrawasih. Karena di sana punya banyak potensi yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Pemerintah membangun Papua, karena ia adalah bagian penting dari Indonesia. Tidak ada yang namanya menganaktirikan, karena semua pulau di negeri ini dibangun.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Baca Juga Berita Ini :  Masyarakat Mengapresiasi Tindakan Tegas Aparat Terhadap KST di Papua

Baca Juga Berita ini

About the Author: Mariana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *