Melawan Penularan Covid-19 dengan Tidak Mudik

Oleh: Herlina Upi (Warganet Jakarta)

Ledakan kasus Covid-19 di India bisa menjadi cermin terang bagi negeri kita dalam menghadapi momen Lebaran 2021 kali ini. Tentu saja kebijakan pelarangan mudik dan pembatasan mobilisasi adalah kebijakan yang sangat tepat. Kita perlu punya sikap untuk menjaga keselamatan diri dan tentu orang terdekat kita, yaitu keluarga yang kita cintai.

Mari kita menyimak India, yang kini menjadi sorotan keprihatinan dunia. Negeri dengan penduduk 1,393 miliar ini dalam masalah besar. Banyak warganya yang terjangkit Virus Corona, bahkan virus yang menyerang bukan Corona biasa, melainkan jauh lebih ganas dan sulit ditangani.

India memulai vaksinasi pada 16 Januari 2021 dan sampai awal Maret 2021 sudah mencakup sekitar 18 juta warga yang disuntik. Namun siapa sangka, setelah perayaan keagamaan “Mandi Bersama” di Sungai Gangga India, justru menjadi pemicu ledakan penularan Covid-19.

Hal ini perlu disadari pemikiran yang optimis untuk menumbuhkan kesadaran tiap-tiap lapisan masyarakat dalam melawan Covid-19. Khususnya untuk segera memutus mata rantai penularan di negara yang kita cintai ini, salah satunya dengan tidak mudik ke kampung halaman hanya untuk sementara waktu.

Jika kita mencintai mereka, para keluarga atau kerabat yang ada di rumah, tentu kita harus memiliki kesadaran untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19 ini. Semata-mata bukan karena kita tidak peduli kepada mereka yang ada di rumah, akan tetapi ini satu bentuk kasih sayang kita kepada mereka demi melindunginya dari ancaman Virus Corona.

Berjuang melawan pandemi dengan melindungi orang-orang yang kita sayangi berawal dari sebuah pemikiran bagaimana menumbuhkan rasa solidaritas, kesadaran, dan partisipasi aktif dalam melawan Covid-19 di momen Lebaran kali ini, yakni kesadaran bersama untuk tidak mudik.

Baca Juga Berita Ini :  Mewaspadai Penggunaan Dana Desa untuk KST

Memang setiap orang ketika lama tidak bertemu dengan keluarga dan kerabat, karena merantau seperti bekerja, menuntut ilmu dan kesibukan lainnya yang mengharuskan untuk tinggal di daerah lain, tentu telah menjadi keharusan untuk mudik (pulang kampung). Hal itu juga bisa mengobati rasa rindu selama berpisah karena jarak. Hasrat untuk berkumpul bersama dengan seluruh keluarga yang disayangi merupakan sesuatu yang normal bagi para perantau.

Tetapi coba kita pikirkan matang-matang. Jika kita mudik dan ternyata kita positif Covid-19 atau bahkan disaat kita melakukan perjalanan dan terinfeksi oleh virus tersebut. Lalu kita bertemu dengan keluarga dan melakukan kebiasaan para perantau bisanya seperti salam-salaman dan aktivitas lainnya yang secara kontak fisik kita lakukan bersama keluarga. Maka virus yang kita bawa akan menyebar ke seluruh keluarga. Niscaya keluarga yang kita sayangi akan tertular virus mematikan ini.

Mari kita menjadi pahlawan untuk melindungi diri dan menyelamatkan keluarga, tetangga, dan seluruh kerabat kita yang ada di rumah. Agar terhindar dari Covid-19, maka saatnya tumbuhkan perlawanan dalam pikiran dengan tidak mudik demi mencegah gelombang kedua penularan Covid-19.

Baca Juga Berita ini

About the Author: Mariana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *